PERAN TENAGA BANTUAN SANITASI (KESLING) KEMENKES DALAM PENANGANAN PASCABANJIR DI ACEH
Peran Tenaga Bantuan Sanitarian (Kesling) Kemenkes dalam Penanganan Pascabanjir di Aceh
Pascabanjir di Aceh menimbulkan berbagai risiko kesehatan lingkungan yang berpotensi memicu kejadian penyakit menular. Dalam kondisi tersebut, Tenaga Bantuan Sanitarian atau Kesehatan Lingkungan (Kesling) dari Kementerian Kesehatan memiliki peran strategis dalam upaya penanggulangan dampak kesehatan pascabencana.
Tenaga Kesling berperan melakukan penilaian cepat kondisi lingkungan, meliputi kualitas air bersih, sanitasi dasar, pengelolaan limbah, serta kebersihan lingkungan di lokasi terdampak dan pengungsian. Selain itu, dilakukan disinfeksi sarana umum, pembersihan lingkungan, dan pengendalian vektor seperti nyamuk dan tikus untuk mencegah penyebaran penyakit.
Tidak hanya aspek teknis, tenaga Kesling juga aktif memberikan edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat, seperti cara pengolahan air minum yang aman, pengelolaan sampah darurat, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masa pascabencana.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lintas sektor, dan masyarakat, kehadiran Tenaga Bantuan Sanitarian Kemenkes menjadi garda terdepan dalam mencegah kejadian luar biasa (KLB) dan mempercepat pemulihan kesehatan lingkungan pascabanjir di Aceh.
