Preloader

Alamat Kantor

Area Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Kode Pos 19120

Nomor Telpon

Operasional Kantor 021-5507989, IGD 021-5506068, WA Center 081262722000

Alamat Email

bbkksoetta@gmail.com

1767322510965-ChatGPT-Image-2-Jan-2026,-09.52.59-min.png

BBKK SOEKARNO-HATTA PERKUAT SURVEI MIGRASI MALARIA JELANG NATARU 2025–2026

Survei Migrasi Malaria oleh BBKK Soekarno-Hatta dalam Penyelenggaraan Kekarantinaan Nataru 2025–2026 dalam rangka menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta meningkatkan kesiapan dan pengawasan terhadap risiko penyakit menular yang bisa terbawa oleh pelaku perjalanan udara. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pelaksanaan survei migrasi penyakit malaria sebagai bagian dari kegiatan kekarantinaan kesehatan selama periode angkutan udara libur akhir tahun.

Survei migrasi malaria dilakukan BBKK Soekarno-Hatta dengan tujuan mendeteksi kemungkinan masuknya kasus malaria yang dibawa oleh penumpang dari daerah endemik dengan tingkat kejadian tinggi. Pada masa Nataru, volume pergerakan penumpang diprediksi mencapai jutaan orang, sehingga potensi migrasi penyakit dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi perhatian serius.
Pelaksanaan survei migrasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengawasan kesehatan yang meliputi skrining visual oleh petugas kesehatan, pemantauan dengan thermal scanner, serta pemeriksaan laboratorium jika terdapat indikasi gejala penyakit. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaku perjalanan yang datang tidak membawa risiko penularan malaria maupun penyakit menular lainnya ke wilayah di sekitar bandara dan wilayah domestik lainnya.

Kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya strategis BBKK dalam menjaga pintu masuk negara dari potensi penyebaran penyakit menular, terutama saat periode puncak mobilitas masyarakat. Dengan langkah pengawasan yang ketat dan survei migrasi yang terintegrasi, diharapkan risiko importasi malaria dan penyakit lainnya dapat diminimalkan, sehingga kesehatan masyarakat Indonesia tetap terjaga sepanjang periode libur Nataru 2025–2026