PROSESI PELEPASAN DAN PENGHORMATAN TERAKHIR ALMARHUM dr. I NYOMAN KANDUN, MPH
Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, berlangsung prosesi pelepasan dan penghormatan terakhir bagi almarhum dr. I Nyoman Kandun, MPH, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara di bidang kesehatan.
Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat dan dipimpin oleh dr. Siti Nadia Tarmizi selaku pemimpin upacara. Turut hadir memberikan penghormatan terakhir Bonanza Perwira Taihitu, dr. Anas Ma'ruf, dr. Darmawali Handoko, dr. Prima Yosephine, dr. Elvieda Sariwati, dr. Endah Kusumowardani, Naning Nugrahini, dr. Iqbal Djakaria, dr. Hariadi, drh. Endang Burni Prasetyowati, serta jajaran Sesditjen P2 Kemenkes RI, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Soekarno-Hatta dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Tanjung Priok.
Almarhum dikenal sebagai salah satu arsitek utama dalam pembangunan Sistem Kewaspadaan Dini di Indonesia. Sepanjang perjalanan pengabdiannya, beliau telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam memperkuat kapasitas bangsa menghadapi berbagai ancaman penyakit dan kedaruratan kesehatan masyarakat. Warisan pemikiran, dedikasi, dan karya beliau akan terus menjadi fondasi penting bagi penguatan sistem kesehatan Indonesia.
Di mata para kolega dan insan kesehatan, almarhum merupakan sosok pemimpin yang tegas, berintegritas tinggi, pekerja keras, bijaksana, penuh keteladanan, sederhana, disiplin, berbasis data, berani mengambil keputusan, serta senantiasa dekat dengan staf maupun masyarakat. Kepemimpinan beliau tidak hanya melahirkan berbagai kebijakan strategis, tetapi juga menginspirasi banyak generasi penerus untuk terus mengabdi dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.
Sebagai salah satu warisan intelektualnya, almarhum juga meninggalkan sebuah buku berjudul "Melawan Pageblug", yang menjadi refleksi pemikiran, pengalaman, dan semangat beliau dalam menghadapi tantangan penyakit menular serta membangun ketangguhan sistem kesehatan Indonesia.
Atas nama seluruh insan kesehatan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi duka ini.
Mari bersama-sama mengantarkan kepergian beliau dengan doa terbaik. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Terima kasih atas jasa, dedikasi, dan cinta yang telah Bapak curahkan bagi kesehatan bangsa. Terima kasih atas setiap ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan kepada kami. Pengabdianmu akan selalu hidup, abadi dalam sejarah perjalanan kesehatan Indonesia dan di hati kami semua. Selamat jalan, Guru, Pemimpin, dan Teladan kami.