Kemenkes BBKK Soekarno Hatta BerAKHLAK
ID EN
PENGAWASAN DEBARKASI HAJI DI BANDARA SOEKARNO HATTA TAHUN 2026

PENGAWASAN DEBARKASI HAJI DI BANDARA SOEKARNO HATTA TAHUN 2026

Berita
By bbkksoetta.com
24 Juni 2026
0 View

Pengawasan kedatangan jemaah haji di Bandara Internasional Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit menular lintas negara pasca pelaksanaan ibadah haji. Melalui pengawasan yang ketat, terintegrasi, dan berlapis, petugas kesehatan berupaya memastikan seluruh jemaah tiba di tanah air dalam kondisi aman serta mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.

Kegiatan pengawasan dilaksanakan melalui pendekatan Risk Based Assessment (RBA) dan Active Case Finding (ACF) yang dilakukan secara menyeluruh sejak jemaah masih berada di dalam pesawat hingga proses evakuasi dan rujukan apabila ditemukan jemaah yang memerlukan penanganan lanjutan.

Pelaksanaan Risk Based Assessment (RBA) dilakukan dengan mengidentifikasi status kesehatan jemaah berdasarkan kategori warna merah, kuning, dan hijau. Kategori tersebut menjadi dasar dalam menentukan tingkat risiko kesehatan serta tindak lanjut yang diperlukan oleh petugas kesehatan di lapangan. Penumpang dengan kategori tertentu akan mendapatkan observasi lebih lanjut guna memastikan tidak ditemukan gejala penyakit menular maupun kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan segera.

Sementara itu, kegiatan Active Case Finding (ACF) dilaksanakan secara aktif di empat titik pengawasan utama, yakni di dalam pesawat, area kedatangan, pos kesehatan, serta proses evakuasi dan rujukan.

Pada titik pengawasan di dalam pesawat, petugas melaksanakan berbagai langkah deteksi dini, di antaranya melalui announcement kesehatan kepada jemaah, pelaksanaan prosedur kekarantinaan kesehatan, komunikasi intensif dengan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), koordinasi dengan awak kabin (crew), evakuasi penumpang sakit apabila diperlukan, serta pemindaian suhu tubuh untuk mendeteksi adanya peningkatan suhu maupun tanda dan gejala penyakit tertentu.

Setelah jemaah tiba di area kedatangan, pengawasan kembali dilakukan melalui announcement kepada penumpang berdasarkan hasil RBA, pemindaian suhu tubuh menggunakan alat pemantau suhu, observasi terhadap jemaah pengguna kursi roda, serta pengawasan langsung terhadap tanda dan gejala kesehatan yang tampak pada jemaah. Petugas juga melakukan pemantauan secara visual guna memastikan tidak terdapat kondisi kegawatdaruratan kesehatan yang terlewat.

Selanjutnya, jemaah yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut akan diarahkan menuju pos kesehatan. Di lokasi ini, petugas melaksanakan penyelidikan epidemiologi, pemantauan tanda dan gejala penyakit, serta pengambilan spesimen swab antigen maupun PCR sesuai indikasi medis dan prosedur yang berlaku. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap potensi penyakit menular yang dapat terbawa dari perjalanan internasional.

Apabila ditemukan jemaah dengan kondisi sakit atau membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka dilakukan proses evakuasi dan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan. Proses tersebut dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur, termasuk pelaksanaan serah terima pasien kepada fasilitas kesehatan tujuan guna memastikan kesinambungan pelayanan kesehatan bagi jemaah.

Melalui sinergi lintas sektor, kesiapsiagaan petugas, serta pengawasan kesehatan yang dilakukan secara komprehensif, pelayanan kedatangan jemaah haji di Bandara Soekarno-Hatta diharapkan mampu memberikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi jemaah maupun masyarakat luas. Dedikasi petugas di lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga pintu masuk negara tetap aman dari potensi ancaman penyakit dan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Whatsapp BBKK Soekarno Hatta