PENGAWASAN FAKTOR RISIKO KESEHATAN
Sabtu, 26 September 2026, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta melaksanakan pengawasan faktor risiko kesehatan terhadap kedatangan Satuan Tugas (Satgas) BGC TNI 39-H MONUSCO Tahun Anggaran 2025/2026 yang tiba dari Democratic Republic of the Congo (DRC) melalui Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kegiatan pengawasan dilakukan terhadap 319 personel pasukan dan 18 awak pesawat sebagai bagian dari pelaksanaan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara. Pengawasan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan setiap kedatangan dari wilayah dengan potensi risiko kesehatan dapat melalui proses pemeriksaan sesuai dengan ketentuan kekarantinaan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, petugas BBKK Soekarno-Hatta melakukan serangkaian kegiatan pengawasan, antara lain pemeriksaan suhu tubuh, observasi kondisi kesehatan, serta pemeriksaan dan verifikasi deklarasi kesehatan melalui platform All Indonesia.
Selain pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan personel, dilakukan pula tindakan desinfeksi terhadap alat angkut dan barang bawaan, serta dekontaminasi personel sebagai bagian dari upaya pengendalian dan pencegahan masuknya faktor risiko kesehatan melalui pintu masuk negara.
Setiap tahapan dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, keamanan, serta kelancaran proses kedatangan personel.
Pengawasan kesehatan di pintu masuk negara menjadi bagian penting dalam sistem kekarantinaan kesehatan. Mobilitas manusia dan alat angkut antarnegara yang semakin tinggi membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk mendeteksi sedini mungkin adanya potensi penyakit menular maupun faktor risiko kesehatan lainnya.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan tindakan kekarantinaan kesehatan selesai dilaksanakan, selanjutnya para personel pasukan diberangkatkan menuju Asrama PMPP TNI Sentul, Bogor, untuk menjalani karantina selama 14 hari sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan hasil skrining dan observasi kesehatan yang dilakukan oleh petugas BBKK Soekarno-Hatta, tidak ditemukan tanda maupun gejala penyakit menular potensial wabah pada personel dan awak pesawat yang diperiksa.
Hasil tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan proses kedatangan dapat berlangsung dengan aman sekaligus mendukung perlindungan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Melalui pelaksanaan pengawasan ini, BBKK Soekarno-Hatta terus memperkuat kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan respons terhadap faktor risiko kesehatan di pintu masuk negara.
Tidak hanya melakukan pemeriksaan ketika terdapat kedatangan internasional, pengawasan kekarantinaan kesehatan juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencegah penyebaran penyakit serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman kesehatan yang berpotensi masuk melalui pergerakan orang, alat angkut, barang, dan lingkungan.
BBKK Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus hadir di garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pengawasan kekarantinaan kesehatan yang profesional, responsif, dan berkesinambungan di pintu masuk negara.
Karena menjaga kesehatan masyarakat bukan hanya tentang menangani penyakit ketika sudah terjadi, tetapi juga tentang mencegah, mendeteksi, dan mengendalikan risiko sedini mungkin.
Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Soekarno Hatta
Salam Sehat... Sehat Indonesiaku