PERESMIAN POS LAYANAN KEKERANTINAAN KESEHATAN TERMINAL2F BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
18 Agustus 2026, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta meresmikan Gedung Baru Pos Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan yang berlokasi di area kedatangan Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penyediaan fasilitas anyar ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan RI dengan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dalam mendukung kesiapsiagaan cegah tangkal ancaman penyakit global serta pelayanan penanganan kegawatdaruratan medis di area bandara.
Kegiatan ini diresmikan dan di hadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, jajaran pejabat Kementerian Kesehatan diantaranya Kabirkom Aji Muhawarman, PLT Dirjen P2 Andi Saguni, General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi dan jajaran, Kepala BBKK Soekarno-Hatta Naning Nugrahini, SKM, MKM dan jajaran, perwakilan Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama, rekan-rekan media, serta para pemangku kepentingan dalam Komunitas Bandara Soekarno-Hatta (KOMBATA).
Rangkaian acara diawali dengan pengarahan dari Wamenkes RI, dilanjutkan prosesi penandatanganan prasasti peresmian, pengguntingan pita, pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur, hingga kegiatan peninjauan fasilitas (room tour) untuk memastikan kesiapan operasional sarana dan prasarana.
Garis Depan Pertahanan Kesehatan Negara (First Line of Defense)
Dalam arahannya, Wakil Menteri Kesehatan RI menegaskan pentingnya penguatan kekarantinaan kesehatan di Pintu Masuk Utama Negara (Point of Entry). Sebagai salah satu hub penerbangan internasional terbesar di Asia Tenggara, Bandara Soekarno-Hatta memerlukan sistem pengawasan kesehatan yang responsif, adaptif, dan berstandar internasional.
"Kehadiran pos pelayanan kesehatan yang representatif di Terminal 2F ini bukan sekadar penambahan fisik bangunan, melainkan benteng pertahanan utama kita dalam merespons potensi ancaman wabah dan penyakit menular lintas batas. Sinergi yang terjalin erat antara Kemenkes dan InJourney Airports menjadi fondasi penting bagi terwujudnya Border Health Security yang kokoh," ujar Wamenkes RI dr. Benjamin Paulus Octavianus.
Fasilitas & Sarana Medis Unggulan Pos T2F:
Sarana Pemeriksaan Kesehatan dengan Vital Sign Monitor: Pemeriksaan fisik dan pemantauan tanda-tanda vital penumpang secara presisi (tekanan darah, detak jantung, saturasi oksigen, laju respirasi, dan suhu tubuh).
Ruang Laboratorium BSL-2 (Biosafety Level 2) & Personel ATLM: Fasilitas pengujian sampel patogen berisiko sedang yang didukung langsung oleh ketersediaan tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) untuk skrining dan diagnosis cepat (point-of-care testing).
Ruang Observasi Medis: Ruang evaluasi dan pemantauan kondisi kesehatan sementara bagi penumpang yang menunjukkan gejala klinis sebelum diambil keputusan rujukan atau penanganan lanjutan.
Ruang Karantina Khusus: Fasilitas isolasi sementara berstandar keamanan biologi untuk memisahkan dan menangani penumpang yang terindikasi penyakit menular berpotensi wabah/PHEIC secara aman.
Kepala BBKK Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, SKM, MKM, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada InJourney Airports atas dukungan penuh penyediaan gedung baru ini. "Dengan hadirnya gedung baru ini, personel BBKK Soekarno-Hatta dapat memberikan pelayanan kesehatan serta tindakan karantina secara lebih optimal, cepat, dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan," ungkapnya.
Kehadiran gedung baru ini mempertegas komitmen Kementerian Kesehatan RI bersama seluruh stakeholder bandara untuk menciptakan lingkungan penerbangan yang aman, sehat, dan tangguh.