BBKK SOEKARNO-HATTA BERIKAN PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT DAN PENANGANAN TRAUMA BAGI PETUGAS PKPPK BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA
Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan bandar udara, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta berkolaborasi dengan Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKPPK/ARFF) Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Basic Life Support (BLS). Kegiatan ini dilaksanakan di Main Fire Station Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan diikuti oleh seluruh personel PKPPK sebagai garda terdepan dalam penanganan keadaan darurat di kawasan bandar udara.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan petugas dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Sebagai petugas yang sering menjadi pihak pertama tiba di lokasi kejadian (first responder), personel PKPPK dituntut memiliki kompetensi dalam melakukan tindakan penyelamatan jiwa secara cepat, tepat, dan sesuai standar medis.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari BBKK Soekarno-Hatta. Dalam sesi teori tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep dasar Bantuan Hidup Dasar (BHD/Basic Life Support), pengenalan rantai keselamatan (Chain of Survival), penilaian kondisi korban, teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), penanganan sumbatan jalan napas, hingga prinsip-prinsip penanganan trauma yang meliputi penilaian awal korban, pengendalian perdarahan, stabilisasi cedera, serta teknik evakuasi yang aman.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat berdiskusi mengenai berbagai kondisi kegawatdaruratan yang berpotensi terjadi di lingkungan operasional bandar udara. Berbagai studi kasus dan pengalaman lapangan turut dibahas guna memberikan gambaran nyata mengenai langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan dalam situasi darurat.
Setelah sesi teori selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung yang melibatkan seluruh peserta. Pada sesi ini, setiap personel PKPPK mempraktikkan teknik Bantuan Hidup Dasar menggunakan manekin pelatihan, mulai dari penilaian respons korban, pembukaan jalan napas, pemberian kompresi dada yang efektif, bantuan pernapasan, hingga penggunaan AED sesuai standar yang berlaku. Selain itu, peserta juga melakukan simulasi penanganan trauma, termasuk teknik pembidaian, penghentian perdarahan, serta pemindahan korban dengan memperhatikan aspek keselamatan bagi korban maupun penolong.
Praktik dilakukan secara bergantian dengan pendampingan langsung oleh instruktur dari BBKK Soekarno-Hatta. Melalui metode pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik, peserta diharapkan mampu memahami sekaligus menguasai keterampilan yang diperlukan ketika menghadapi situasi darurat secara nyata.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara BBKK Soekarno-Hatta dengan PKPPK Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan kegawatdaruratan di kawasan bandar udara. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan (safety culture) sekaligus memastikan bahwa setiap petugas memiliki kemampuan dasar dalam menyelamatkan jiwa sebelum korban memperoleh penanganan medis lanjutan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh personel PKPPK semakin percaya diri, sigap, dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai first responder, sehingga mampu memberikan pertolongan awal yang cepat, tepat, dan efektif guna meningkatkan keselamatan penumpang, pengguna jasa bandara, maupun masyarakat di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.