Kemenkes BBKK Soekarno Hatta BerAKHLAK
ID EN
KEGIATAN PENGAWASAN FAKTOR RISIKO KESEHATAN PADA KEDATANGAN PASUKAN PERDAMAIAN PBB SATGAS KIZI TNI KONGA XX-V MONUSCO TA 2025/2026

KEGIATAN PENGAWASAN FAKTOR RISIKO KESEHATAN PADA KEDATANGAN PASUKAN PERDAMAIAN PBB SATGAS KIZI TNI KONGA XX-V MONUSCO TA 2025/2026

Berita
By bbkksoetta.com
23 Juli 2026
13 View

Pada hari Selasa, 21 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta melaksanakan kegiatan pengawasan faktor risiko kesehatan terhadap kedatangan Pasukan Perdamaian PBB Satgas KIZI TNI KONGA XX-V MONUSCO TA 2025/2026 di K17 Terminal Kargo Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Kegiatan ini merupakan bagian dari penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara sebagai upaya deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian masuk maupun keluarnya penyakit menular serta faktor risiko kesehatan yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Pasukan tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia PK-GHI (Airbus A330-900neo) dengan nomor penerbangan GA 7850 rute Entebbe (EBB) – Jeddah (JED) – Jakarta (CGK) dan mendarat pada pukul 08.00 WIB. Kedatangan tersebut membawa 185 personel Satgas KIZI TNI KONGA XX-V yang telah menyelesaikan tugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di bawah misi MONUSCO, serta didampingi oleh 18 orang awak pesawat (crew) Garuda Indonesia.

Dalam pelaksanaan pengawasan, petugas BBKK Soekarno-Hatta melakukan boarding ke dalam pesawat sebelum proses debarkasi untuk melaksanakan prosedur kekarantinaan kesehatan sesuai standar operasional yang berlaku. Kegiatan diawali dengan penyampaian announcement mengenai prosedur kekarantinaan kesehatan yang harus dipatuhi oleh seluruh personel. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, observasi visual terhadap kondisi kesehatan seluruh personel, asesmen kesehatan oleh dokter dan perawat, serta pemetaan (mapping) faktor risiko kesehatan pada alat angkut oleh petugas sanitarian dan entomolog kesehatan guna memastikan tidak terdapat potensi risiko penularan penyakit dari alat angkut maupun lingkungan pesawat.

Seluruh personel Satgas dan awak pesawat menjalani skrining kesehatan untuk mendeteksi adanya tanda dan gejala penyakit menular potensial wabah, termasuk pemeriksaan suhu tubuh menggunakan Thermal Imager. Selain itu, seluruh personel telah mengisi Deklarasi Kesehatan All Indonesia, yang sebelumnya telah diverifikasi melalui Dashboard SSHP All Indonesia, sehingga proses validasi data kesehatan dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan terintegrasi sebagai bagian dari sistem pengawasan kesehatan di pintu masuk negara.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian risiko kesehatan, petugas BBKK Soekarno-Hatta juga melaksanakan desinfeksi terhadap alat angkut dan barang bawaan pasukan, serta dekontaminasi terhadap seluruh personel Satgas sesuai dengan prosedur kekarantinaan kesehatan yang berlaku. Tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan potensi kontaminasi biologis setelah pelaksanaan penugasan di wilayah dengan risiko penyakit menular tertentu.

Berdasarkan hasil skrining, observasi, dan pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan, tidak ditemukan adanya personel maupun awak pesawat yang menunjukkan tanda dan gejala penyakit menular potensial wabah. Seluruh rangkaian pengawasan faktor risiko kesehatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan tindakan kekarantinaan kesehatan selesai dilaksanakan, seluruh personel Satgas KIZI TNI KONGA XX-V selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama PMPP TNI Sentul, Bogor, untuk menjalani masa karantina sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebelum kembali melaksanakan aktivitas di satuan masing-masing.

Whatsapp BBKK Soekarno Hatta